Strategi Bisnis DYAN di tahun 2021

Hendra Noor Saleh selaku Direktur dan Corporate Secretary PT. Dyandra Media International, Tbk. yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Dyandra Promosindo memaparkan kinerja perseroan pada Q3–2020. Melalui unit bisnis group PT Dyandra Promosindo (exhibition organizer business) beberapa event unggulan telah diselenggarakan di awal tahun sebelum diberlakukannya lockdown seperti : Indonesia Dream Wedding Festival, Muslim Fashion Festival Indonesia, Batik Bordir & Aksesoris Fair bahkan konser musik K-Pop Super Junior. Namun, sejak diberlakukannya PSBB transisi, Dyandra Promosindo mulai merambah ke virtual events untuk mengakomodir kebutuhan pasar. Bahkan beberapa event mulai diselenggarakan secara hybrid (penggabungan konsep event offline dan online) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Beberapa event virtual yang berhasil diselenggarakan : No Sleep For Weekend, Flavs Virtual, IFRA – International Franchise License & Business Concept Expo & Conference, Virtual Run, Property Fiesta Virtual Expo, Synchronize Fest, IFEX Product Showcase by Jepara, Virtual Indonesia EBTKE Conex, Minerba Virtual Expo dan lain-lain. Sedangkan event hybrid yang telah diselenggarakan adalah IIMS Motobike Hybrid Show, Launching and groundbreaking ceremony Subang Smartpolitan, Peluncuran Buku Geology of Indonesia dan lain-lain.

 

Pada tahun 2021, Dyandra Promosindo fokus dalam mengembangkan hybrid event dan mengembangkan inisiasi untuk menyelenggarakan 7 event baru yaitu Dyandra New Adventure (DNA), Indonesia Islamic Festival, Travel Fest, No Sleep For Weekend, Dynamic Fest & Event Olahraga. Serta pengembangan pangsa pasar ke event International seperti China International Import Expo (Shanghai), Expo Hainan (Hainan, China) dan IFEX Spoga (Jerman). Selain itu, melihat potensi bisnis yang ada di bidang pendidikan, strategi lainnya yaitu pengembangan Dyandra Academy yang berfokus dalam bidang Event Management dan industri MICE untuk menghasilkan SDM yang berkompeten. Sedangkan untuk lini bisnis konser virtual, melalui unit bisnis PT Visicita Imaji Semesta (Visicomm) mengembangkan konsep Real Time Rendering.        

 

Selain exhibition organizer business, Dyandra juga fokus dalam pengembangan bisnis tourism leisure melalui unit bisnis PT Mitra Natura Raya (MNR) yang mengelola empat Kebun Raya yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Selain itu, Dyandra juga dipercaya menjadi operator venue untuk CIBIS Park di TB Simatupang. Perluasan jaringan bisnis ke hilir ini diharapkan dapat menambah pos pemasukan serta salah satu strategi mempertahankan bisnis di tengah pandemi COVID-19.

 

Pada bisnis convention & exhibition hall, melalui entitas anak PT. Nusa Dua Indonesia, dengan diberlakukannya travel restrictions di beberapa negara akibat pandemi, mengakibatkan penundaan semua event internasional di Bali Nusa Dua Covention Center (BNDCC). Selama ini event di BNDCC didominasi oleh market international. Namun, perseroan tetap fokus memperluas jaringan bisnis ke pasar domestik (lokal) dari berbagai sektor industri yang juga memiliki market share yang tinggi dan potensial. 

 

Pada bisnis hotel, melalui entitas anak PT Graha Multi Utama, perseroan tetap menggunakan capital expenditure untuk perbaikan Hotel Amaris dengan melakukan renovasi interior dan eksterior sebagai salah satu strategi marketing dan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada tamu. Selain itu, kami masih terus berupaya untuk meningkatkan penjualan yang lebih agresif melalui penawaran hotel package dan dynamic rate serta cross selling.

 

Hendra Noor Saleh menuturkan bahwa kinerja perseroan secara operasional tetap berjalan bahkan mendorong direksi dan manajemen bisnis unit untuk dapat melakukan ekspansi kegiatan usaha, seperti peluang untuk menjadi operator venue, penyelenggaraan event online dan hybrid, bahkan melakukan diversifikasi bisnis yaitu pengadaan proyek infrastruktur telekomunikasi di bidang CME (Civil Mechanical & Electrical) baik untuk kabel fiber optik maupun kabel udara yang diinisiasi oleh PT. Samudra Dyan Praga (supporting event business). Kinerja perseroan secara finansial mengalami penurunan karena penangguhan izin kegiatan event oleh regulator sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. Sampai saat ini (16/12), selama PSBB transisi, regulator belum mengizinkan kegiatan penyelenggaraan event secara offline sampai dengan kondisi mulai membaik. Walau belum mampu mencetak kinerja yang memuaskan untuk tahun ini akibat pandemi, kami tetap optimis bisnis MICE dapat berjalan di tahun 2021 dan perbaikan bisnis dapat dilakukan secara bertahap. Terlepas dari itu, Direksi dan Manajemen perseroan tetap berkomitmen untuk meningkatkan revenue dan profit perseroan seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

***

 

Informasi lebih lanjut harap menghubungi:

Savira Putri

Corporate Communication PT. Dyandra Media International, Tbk.

Mobile. 0819-3900-0619

Email. vira@dyandra.com

Address. Jl. Gelora 7 No 15, Palmerah, Jakarta Pusat 10270

 

Tentang PT Dyandra Media International Tbk

PT Dyandra Media International Tbk resmi menjadi perusahaan publik pada tanggal 25 Maret 2013 dengan mencatatkan 1.282.000.000 lembar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal berdirinya, tahun 2007, Dyandra dibentuk sebagai perusahaan induk (holding company) bagi beberapa perusahaan yang bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE).

PT Dyandra Promosindo merupakan perusahaan pertama di bawah payung PT Dyandra Media International Tbk. Hadir sejak 3 Maret 1994, perusahaan ini bergerak di bidang penyelenggaraan pameran di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhannya, PT Dyandra Promosindo memperluas usahanya dengan membuka kantor-kantor cabang di Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

Perseroan membagi bidang usahanya menjadi 4 pilar bisnis yaitu:

  1. Bisnis Penyelenggara Event/Pameran (PT Dyandra Promosindo)
  2. Bisnis Pendukung Event (PT Dyamall Graha Utama)
  3. Bisnis Ruang Konvensi dan Pameran (PT Nusa Dua Indonesia)
  4. Bisnis Hotel (PT Graha Multi Utama)

 

***