DYAN Mencatatkan Pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 980M

Dyandra mencatatakan pendapatan perseroan sebesar Rp 980 miliar untuk tahun buku 2019, menurun 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 1.036 miliar. Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari bisni penyelenggaraan acara sekitar 62% diikuti dengan pendapatan dari bisnis penunjang acara sebesar 19%.

Corporate Secretary Dyandra, Maryamto Sunu, menjelaskan, bahwa sepanjang tahun 2019, Perseroan telah berupaya secara maksimal dalam menghadapi tantangan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan dan laba bersih perseroan mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena banyak event yang tertunda bahkan tidak terselenggara dengan pertimbangan kondisi pada saat Pemilu di Indonesia. Dengan bersinergi, seluruh entitas perusahaan memprioritaskan untuk mendukung event dari Perseroan. Perseroan juga secara berkesinambungan melakukan pengembangan lini bisnis baru baik diversifikasi maupun diferensiasi. Kondisi inilah yang membuat Perseroan memiliki keunggulan kompetitif di industri MICE.

Atas pendapatan tersebut yang dihasilkan, Dyandra mencapai laba bruto sebesar Rp 298 miliar tahun 2019 dan gross profit margin mengalami penurunan dari 32,9% pada tahun lalu menjadi sebesar 30,4%. Manajemen juga berhasil mencapai laba operasi yang positif sebesar Rp 43 miliar. Pencapaian ini diikuti pula dengan operasional profit margin di level sekitar 4,4%. Adapun laba bersih Dyandra dibukukan Rp 19,8 miliar.

Kinerja bisnis Dyandra ditopang empat perusahaan yang menjadi pilar bisnisnya, PT Dyandra Promosindo (DP) mengelola bisnis Penyelenggaraan Acara, PT Dyamall Graha Utama (DGU) menjalankan bisnis Penunjang Acara, PT Nusa Dua Indonesia (NDI) fokus pada bisnis Ruang Konvensi dan Eksibisi (Convention & Exhibition Hall), dan PT Graha Multi Utama (GMU) mengelola bisnis Hotel.

Fokus pada event-event bergengsi

Dyandra akan terus fokus pada pengembangan inovasi, kreativitas, dan profesionalitas melalui semua unit usaha dalam pengelolaan event, baik terhadap event regular maupun pengembangan event baru, khususnya untuk mengakomodir kebutuhan industri MICE di Indonesia.

Melalui unit bisnis group PT Dyandra Promosindo (DP), beberapa event baru yang telah sukses diselenggaraan seperti: Indonesia Fintech Summit & Expo 2019, Indonesia Science Expo 2019, Indonesia International Motor Show (IIMS) Motobike Expo, Blackmarket week, Festivaland dan Paw Patrol Live.

Selain itu, DP melalui entitas PT Dyandra Global Edutainment (DGE) juga telah berhasil menggelar rangkaian konser musik Korea yaitu TVXQ! pada 31 Agustus 2019 dan EXO Planet#5 pada 23 November 2019 di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai. Selain itu, konser yang tidak kalah antusiasnya dari para penggemar K-Pop di Indonesia adalah Super Junior – SUPER SHOW 8 LIVE IN JAKARTA yang diselenggarakan pada 11 Januari 2020 di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai.

Ekspansi Bisnis Dyandra

Dyandra juga melakukan ekspansi bisnis yang bergerak di bidang konservasi alam melalui unit bisnis baru: PT Mitra Natura Raya (MNR). MNR mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam mengelola 4 Kebun Raya yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur dan Kebun Raya Eka Karya Bali (Bedugul) di Bali.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan upaya peningkatan pelayanan dan fungsi Kebun Raya kepada publik lebih baik. Adapun upaya peningkatan itu melalui perbaikan dan peningkatan fasilitas infrastruktur dan non infrastruktur. Harapannya, kebun raya semakin menarik dikunjungi sebagai tempat rekreasi sekaligus memberi manfaat dari sisi edukasi dan konservasi.

Tantangan di 2020

Penyebaran Covid-19 di Indonesia dirasakan dampaknya mulai awal Maret 2020 oleh hampir sebagian besar industri, termasuk industri MICE. Events yang rencananya diselenggarakan mulai pertengahan Q1 2020 harus ditunda sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan. Events tersebut, antara lain Indonesia International Wedding Festival (IIWF), Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta dan Makassar, Jakarta Indonesia Pet Show (JIPS), dan Festival Hip Hop, Soul & R&B (FLAVS).

Namun demikian, Dyandra tetap berupaya mencari terobosan dan peluang-peluang baru agar mampu melewati badai yang menimpa perekonomian Indonesia dan keluar dari situasi sulit. Maryamto Sunu tetap optimis dengan dukungan dari semua stakeholders, prospek bisnis MICE ke depannya tetap cerah dan Dyandra mampu mengejar target yang ditetapkan. Selanjutnya, dengan dukungan dari Pemerintah, Dyandra berharap bisa mengoptimalkan industri MICE sebagai salah satu unggulan penopang target kunjungan 26 juta wisatawan mancanegara dalam lima tahun mendatang.

***

Informasi lebih lanjut harap menghubungi:

Savira Nadia
Corporate Communications PT Dyandra Media International, Tbk
Mobile. 0821.1338.3346
Email. vira@dyandra.com
Address. Jl. Gelora 7 No 15, Palmerah, Jakarta Pusat 10270

Tentang PT Dyandra Media International Tbk

PT Dyandra Media International Tbk resmi menjadi perusahaan publik pada tanggal 25 Maret 2013 dengan mencatatkan 1.282.000.000 lembar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal berdirinya, tahun 2007, Dyandra dibentuk sebagai perusahaan induk (holding company) bagi beberapa perusahaan yang bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE).

PT Dyandra Promosindo merupakan perusahaan pertama di bawah payung PT Dyandra Media International Tbk. Hadir sejak 3 Maret 1994, perusahaan ini bergerak di bidang penyelenggaraan pameran di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhannya, PT Dyandra Promosindo memperluas usahanya dengan membuka kantor-kantor cabang di Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

Perseroan membagi bidang usahanya menjadi 4 pilar bisnis yaitu:

  1. Bisnis Penyelenggara Event/Pameran (PT Dyandra Promosindo)
  2. Bisnis Pendukung Event (PT Dyamall Graha Utama)
  3. Bisnis Ruang Konvensi dan Pameran (PT Nusa Dua Indonesia)
  4. Bisnis Hotel (PT Graha Multi Utama)